Advertisement

Responsive Advertisement

kerajaan majapahit dan sumpah palapa

- Juli 08, 2018
  kerajaan majapahit berpusat di jawa timur pada abad ke-14/ke-15 M. Sebenarnya kerajaan majapahit sudah direncanakan berdirinya pada masa kerajaan singhasari oleh Kertarajasa Jayawarddhana (Raden Wijaya) yang mempunyai tugas untuk melanjutkan kerajaan singhasari yang pada saat itu sedang dalam ambang keruntuhan. Raden Wijaya dibantu oleh Arya Wijaya seorang penguasa Madura, mereka membuka hutan di wilayah yang disebutkan dalam kitab Paraton sebagai "hutannya orang Trik". Desa itu bernama majapahit, nama itu diambil dari buah yang bernama Maja dan memiliki rasa yang pahit.
Ketika pasukan mongol tiba, Raden Wijaya bersekutu dengan pasukan mongol untuk menyerang Jayakatwang. Namun setelah berhasil melawan jayakatwang, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan mongol, sehingga memaksa mereka menarik mundur pasukannya.


 Pada masa pemerintahan Raden Wijaya banyak terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh sahabat-sahabatnya yang pernah mendukung dalam perjuangan mendirikan Majapahit.
Setelah wafatnya Raden Wijaya, tahta kerajaan diwariskan kepada putranya Jayanegara. Raja Jayanegara dikenal sebagai raja yang tidak bijaksana dan suka berfoya-foya, kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya pemberontakan kembali dalam kerajaan.
Dari semua pemberontakan yang terjadi, pemberontakan Kuti adalah pemberontakan yang paling berbahaya karena pada saat itu pasukan Kuti berhasil menduduki ibu kota negara, sehingga raja Jayanegara terpaksa harus menyingkir ke desa Badander di bawah perlindungan pasukan bhayangkara pimpinan Gajah Mada. Disana Gajah Mada menyusun strategi untuk menghancurkan pasukan kuti, dan akhirnya berhasil. Atas jasanya itulah Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan (1319-1321 M) dan Patih Kediri (1322-1330 M).

  Kerajaan Majapahit terus mengalami pemberontakan dan penuh dengan intrik politik, sampai pada masa pemerintahan Tribuwanattunggadewi jayawisnuwarddani, kerajaan Majapahit menuju pada puncak kejayaan, ia memerintah sampai kematian ibunya pada 1350 M.
Kemudian ia diganti oleh putranya Hayam Wuruk yang disebut juga Rajasanagara, Hayam Wuruk memerintah dari tahun 1350-1389 M.
Pada masa inilah Majapahit berada dalam masa keemasan, dan terus meluaskan wilayah kekuasaannya, bahkan wilayah kekuasaan Majapahit melebihi luas wilayah Republik indonesia saat ini, M.Yamin menyebut kalau majapahit adalah negara nasional indonesia kedua.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kegigihan Patih Gajah Mada yang konsisten dengan janjinya Sumpah Palapa yang benar-benar dilaksanakan yang dibantu oleh beberapa tokoh seperti Adityawarman dan Laksamana Nala. Majapahit mempunyai angkatan laut yang sangat kuat yang bertujuan untuk mengawasi seluruh perairan Nusantara yang dipimpin oleh Laksamana Nala.

 Wilayah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Singapura,dan sebagian Kepulauan Filipina.



                                       Sumpah Palapa

Pada saat diangkat sebagai Mahapatih Gajah Mada, ia bersumpah untuk tidak akan beristirahat (amukti palapa) jika belum berhasil menyatukan Nusantara, sumpah itu berbunyi:

"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, amun kalah ring gurun, ring seran, tanjungpura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, saman isun amukti palapa"

Artinya:
"setelah tunduk nusantara,saya akan beristirahat;sesudah kalah gurun seran, tanjungpura, haru, pahang, dompo, bali, sunda, tumasik, barulah saya akan berstirahat"
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search